Hubungi Kami 6221-39700237 / 62815-1940-8801
New Normal Solutions
CCTV Hikvision

Tips aman menggunakan Whatsapp tanpa takut diretas

Tips aman menggunakan Whatsapp tanpa takut diretas

Kasus peretasan akun WhatsApp milik CEO Amazon Jeff Bezos yang diduga dilakukan oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada akhir bulan Januari lalu menuai perbincangan dan perdebatan: apakah WhatsApp aman? Bagaimana jika data kita diretas? Akun salah satu orang terkaya di dunia saja bisa diretas, bagaimana dengan akun orang biasa seperti kita? Terlebih ketika Facebook yang menjadi induk perusahaan WhatsApp juga mengalami kasus serupa pertengahan tahun lalu sampai dibawa ke meja hijau membuat penggunanya semakin was-was akan keamanan yang disediakan oleh aplikasi chat ini.

WhatsApp sendiri merupakan salah satu aplikasi chat paling populer di dunia dengan jumlah pengguna aktif sebanyak 450 juta per tahun 2018 dan diprediksi akan terus bertambah setiap harinya. Tidak heran jika aksi peretasan dengan jumlah pengguna aktif sebanyak itu akan sulit untuk dilacak dan ditindaklanjuti.


Oke, enough talk. Terus gimana, sih, caranya agar akun WhatsApp kita tidak mudah diretas? Imagine you’re showing a treasure map to your fellow on WhatsApp without knowing that someone bad out there is hacking your account in order to steal it. Now that hurts, right? But worry not, berikut adalah beberapa tips untuk mengamankan akun WhatsApp tanpa harus memasukkannya ke dalam brankas besi.


1. Verifikasi Dua Langkah


Mengirimkan kode OTP (One Time Password) via SMS atau panggilan telepon untuk proses verifikasi memang sudah biasa. Kini WhatsApp ibarat memakai baju zirah dan rompi anti peluru secara bersamaan dengan meluncurkan fitur keamanan verifikasi dua langkah dengan mengirimkan kode OTP dan keharusan pengguna untuk membuat nomor PIN sebanyak 6 digit yang sewaktu-waktu akan digunakan agar dapat masuk dan mengakses akun WhatsApp. Sedikit tambahan, meskipun OTP sifatnya hanya sementara, jangan pernah beritahu kode OTP ke pihak manapun bahkan pihak WhatsApp sendiri, ya. It might be a scunning scam. Better safe than sorry!


2. Blokir Akun yang Mengganggu


Risih tiap dikirimi pesan mama minta pulsa atau penawaran pinjaman dana online oleh nomor tidak jelas? Blokir! Hal ini dapat memotong seluruh akses bagi si pemilik nomor tidak jelas (yang siapa tau adalah peretas) untuk memantau kegiatan kita di WhatsApp seperti pembaharuan status maupun foto profil.


3. Jangan Klik Sembarang Link atau Media Tidak Jelas


Balik lagi ke kasus peretasan akun WhatsApp CEO Amazon, tau nggak kalau awal mulanya akun Bezos diretas itu karena dia mengunduh video kiriman sang Putra Mahkota Saudi Arabia yang ternyata berisi kode rahasia berbahaya dan dapat mengakses seluruh data di ponsel Bezos dan aplikasi yang terkoneksi dengan email maupun nomor teleponnya yang sama? Bayangin kamu udah excited dikirimi video anak domba yang lucu dan gemas tapi ternyata video itu malah mengambil data privasi kamu habis-habisan. Analogi serigala berbulu domba banget, kan?


Selain media, hati-hati juga dengan link tidak jelas. Mirip dengan kasus Jeff Bezos, dengan mengklik link tidak jelas itu kita sudah berkontribusi dan meringankan pekerjaan para peretas di luar sana untuk menanam spyware Pegasus yang dapat mengakses kamera, mikrofon, file, email, bahkan sampai data pribadi pengguna yang mungkin akan disalahgunakan.


Alexa, play We Have No Secrets by Carly Simon. 


“.... We have no secrets, we tell each other everything….”


4. End-to-End Encryption 


Satu lagi fitur tambahan WhatsApp untuk memastikan data-data penggunanya aman dan terjamin adalah dengan mengaktifkan fitur end-to-end encryption. Dengan adanya fitur ini, kita tidak perlu lagi takut jika pesan kita terbaca atau diretas orang lain karena yang bisa mengakses dan membaca pesan tersebut hanya kita dan orang yang dituju.


Dilansir dari laman frequently asked question WhatsApp sendiri, cara mengaktifkan fitur ini hanya dengan membuka chatroom lawan bicara kita dan memilih fitur end-to-end encryption. Kemudian akan muncul kode QR beserta kode angka sebanyak 60 digit. Jika lawan bicara kita berdekatan secara fisik, maka tinggal memindai kode QR tersebut. Namun jika posisi berjauhan dan tidak memungkinkan untuk memindai kode QR, maka bisa menggunakan kode angka sebanyak 60 digit dan menyamakannya. Tanda centang berwarna hijau yang muncul setelah melakukan proses pindai-memindai menjadi tanda bahwa chat kita dan lawan bicara sudah terenkripsi dan terjamin keamanannya. No more talking and typing in secret.


Itulah beberapa tips aman yang dapat digunakan untuk melindungi akun WhatsApp dari peretasan. Yang paling penting, sebagai pengguna yang bijak kita harus berhati-hati dalam mengunggah maupun mengunduh konten yang bersifat pribadi sehingga kejadian peretasan akun tidak kembali terulang.